Dewa sang penyapu jalan
suatu ketika kami beberapa anak SMA melakukan penelusuran wawancara dikampung Melayu.
disana mereka tidak menemukan narasumber yang mereka inginkan.
dan beberapa saat kemudian mereka menuju keterminal transjakarta,disana mereka juga tidak menemukan narasumber yang mereka inginkan.setelah 15 menit mencari,merekapun menemukan nara sumber yang mereka inginkan namanya (DEWA).Dewa sudah kehilangan Ibu dan kakaknya sekitar 2 tahun yang lalu.dia harus mencari nafkah karena tangan Ayahnya sedang sakit karena mengangkat barang berat diPasar
Dewa adalah anak yang masih duduk dikelas 2 SD.Dia pernah memberhentikan sekolahnya karena faktor biaya.
Dia sudah kehilangan Ibunya sekitar 2 tahun yang lalu.tangan ayahnya sedang sakit karena mengangkat berang terlalu berat dipasar.Ayahnya bekerja sebagai kuli barang dipasar.Dewa punya dua kakak dan dua adik.satu kakak Dewa sudah meninanggal karena keserempet kereta dan kakak yang satu meninggalkan rumah.Dewa tinggal diPerumpung dan harus berjalan kaki menuju terminal.diterminal bekerja dari jam 09.00 sampai jam 12.00,setelah itu dia langsung berangkat sekolah.walaupun Dewa hanya mendapat upah sebesar 5.000,Dewa tetap bersyukur.uang itu untuk membeli nasi dan harus berbagi dengan Ayah dan dua adiknya.
Dewa bercita cita untuk menjadi seorang pemain sepakbola.
Setelah mewawancarai Dewa,kami pun mengajak Dewa kewarung makan dekat terminal untuk membeli nasi.sungguh kasihan dan prihatin melihat anak kecil seperti Dewa,dia harus mencari nafkah dan pernah memberhentikan sekolahnya.
suatu ketika kami beberapa anak SMA melakukan penelusuran wawancara dikampung Melayu.
disana mereka tidak menemukan narasumber yang mereka inginkan.
dan beberapa saat kemudian mereka menuju keterminal transjakarta,disana mereka juga tidak menemukan narasumber yang mereka inginkan.setelah 15 menit mencari,merekapun menemukan nara sumber yang mereka inginkan namanya (DEWA).Dewa sudah kehilangan Ibu dan kakaknya sekitar 2 tahun yang lalu.dia harus mencari nafkah karena tangan Ayahnya sedang sakit karena mengangkat barang berat diPasar
Dewa adalah anak yang masih duduk dikelas 2 SD.Dia pernah memberhentikan sekolahnya karena faktor biaya.
Dia sudah kehilangan Ibunya sekitar 2 tahun yang lalu.tangan ayahnya sedang sakit karena mengangkat berang terlalu berat dipasar.Ayahnya bekerja sebagai kuli barang dipasar.Dewa punya dua kakak dan dua adik.satu kakak Dewa sudah meninanggal karena keserempet kereta dan kakak yang satu meninggalkan rumah.Dewa tinggal diPerumpung dan harus berjalan kaki menuju terminal.diterminal bekerja dari jam 09.00 sampai jam 12.00,setelah itu dia langsung berangkat sekolah.walaupun Dewa hanya mendapat upah sebesar 5.000,Dewa tetap bersyukur.uang itu untuk membeli nasi dan harus berbagi dengan Ayah dan dua adiknya.
Dewa bercita cita untuk menjadi seorang pemain sepakbola.
Setelah mewawancarai Dewa,kami pun mengajak Dewa kewarung makan dekat terminal untuk membeli nasi.sungguh kasihan dan prihatin melihat anak kecil seperti Dewa,dia harus mencari nafkah dan pernah memberhentikan sekolahnya.